TEKNOLOGI OLEO DAN PETROKIMIA
“Makalah Pembuatan Biodiesel”
PROGRAM STUDI SARJANATEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2019
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.............................................................................................................ii
DAFTAR GAMBAR..................................................................................
...[Show More]
TEKNOLOGI OLEO DAN PETROKIMIA
“Makalah Pembuatan Biodiesel”
PROGRAM STUDI SARJANATEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2019
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.............................................................................................................ii
DAFTAR GAMBAR...............................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .........................................................................................1
1.2 Tujuan Penulisan......................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Minyak sawit ............................................................................................3
2.2 Metanol.....................................................................................................4
2.3 Katalis.......................................................................................................6
2.3.1 Katalis homogen.............................................................................6
2.3.2 Katalis heterogen............................................................................6
2.3.3 Biokatalis (Enzim)..........................................................................7
2.3.4 Autokatalis .....................................................................................8
2.4 Macam-Macam Proses .............................................................................8
2.4.1 Proses Esterifikasi ..........................................................................8
2.4.2 Proses Trans-esterifikasi ................................................................9
2.5 Seleksi Proses.........................................................................................12
2.6 Uraian Proses yang dipilih .....................................................................12
2.7 Biodiesel.................................................................................................14
BAB III KESIMPULAN........................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................17
iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Proses Trans-esterifikasi.........................................................................10
Gambar 2.2 Tahap trans-esterifikasi...........................................................................10
Gambar 2.3 Diagram Alir Proses Pembuatan Biodiesel dari Minyak Nabati. ...........14
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kebutuhan energi di dunia maupun di Indonesia kini semakin meningkat.
Hal tersebut disebabkan oleh pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan
pola konsumsi energi yang semakin meningkat. Ketersediaan energi di Indonesia
semakin lama semakin menipis. Indonesia sudah menjadi net importer untuk total
minyak mentah dan BBM. Pada tahun 2008, Indonesia telah mengimpor BBM
mencapai sebesar 153 juta BOE (barrel of oil equivalent) = SBM/setara barel
minyak.
Menipisnya cadangan minyak bumi serta pencemaran lingkungan
merupakan isu global yang meresahkan manusia dalam kurun waktu beberapa
dekade terakhir. Hal ini berakibat melonjaknya harga minyakdunia yang
memberikan dampak besar terhadap perekonomian dunia tak terkecuali negara
berkembang seperti Indonesia. Kenaikan harga BBM secara langsung berakibat
pada naiknya biaya transportasi, biaya produksi industri dan pembangkitan tenaga
listrik. Pertambahan jumlah penduduk yang disertai dengan peningkatan
kesejahteraan masyarakat berdampak pada makin meningkatnya kebutuhan akan
sarana transportasi dan aktivitas industri. Hal ini tentu saja menyebabkan
kebutuhan akan bahan bakar cair juga akan semakin meningkat. Menurut sumber
dari BP Migas, cadangan gas bumi saat ini di Indonesia sebesar 107 triliun standar
kaki kubik dan diperkirakan akan habis hingga 40 tahun ke depan. Kegiatan
eksplorasi yang agresif, membuat cadangan minyak dan gas bumi tidak akan cepat
habis. Disamping itu selain eksplorasi perlu adanya energy alternatif untuk
mengatasi masalah kelangkaan BBM serta menipisnya bahan bakar fosil.
Biodiesel atau metal ester merupakan bahan bakar dari minyak nabati yang
memiliki sifat menyerupai minyak diesel atau solar. Penggunaan biodiesel sebagai
sumber energi merupakan solusi menghadapi kelangkaan energi fosil pada masa
mendatang. Hal ini karena biodiesel bersifat dapat diperbaharui (renewable) ,
dapat terurai (biodegradable) dan memiliki sifat pelumasan terhadap piston mesin
karena termasuk kelompok minyak tidak mengering (non-drying oil) dan mampu
2
mengurangi emisi karbon dioksida dan efek rumah kaca. Biodiesel juga bersifat
ramah lingkungan karena menghasilkan emisi gas buang yang jauh lebih baik
dibandingkan diesel/solar, yaitu bebas sulfur, bilangan asap (smoke number)
rendah, terbakar sempurna (clean burning), dan tidak menghasilkan racun (non
toxic).
Beberapa bahan baku untuk pembuatan biodisel diantaranya adalah kelapa
sawit, kedelai, jarak pagar, dan kacang kedelai. Dari beberapa bahan baku tersebut
di Indonesia yang punya prospek untuk diolah menjadi biodisel adalah kelapa
sawit. Tanaman industri kelapa sawit telah tersebar hampir di seluruh wilayah
Indonesia, pengolahannya sudah mapan. Dibandingkan dengan tanaman yang lain
seperti kedelai, jarak pagar dan lain lain yang masih mempunyai kelemahan antara
lain sumbernya sangat terbatas dan masih diimpor. Sesangkan bahan baku minyak
jarak pagar masih dalam taraf penelitian skala laboratorium untuk budidaya dan
pengolahannya, sehingga dapat dikatakan bahwa kelapa sawit merupakan bahan
baku untuk biodisel yang paling siap (Sugiono,2008).
[Show Less]